#Unstoppable – Ilman Akbar

Judul: #Unstoppable – Berani Gagal,  Berani Bangkit,  Berani Sukses

Penulis: Ilman Akbar

Penerbit: Metagraf

Tahun terbit: 2016 

Halaman: 264

ISBN13: 9786026328137

Format: Paperback

Sinopsis:

Sebagian dari kita telah diajarkan untuk menghindari kegagalan sejak kecil. Namun,  sebagian lagi belajar bahwa kegagalan tak melulu terkait dengan rasa sakit, tetapi juga pemicu untuk bangkit. Entah itu kegagalan dalam berbisnis,  pekerjaan,  akademis,  kehidupan pribadi,  bahkan menjadi korban perundungan(bully). Kisah-kisah para penyintas kegagalan terangkum dalam buku ini dan dilengkapi dengan cara yang bisa dilakukan untuk bisa berani bangkit dari gagal.

***

Barangkali ada banyak buku yang berisi inspirasi,  teori,  bahkan tips agar kita bisa terbebas dari kegagalan. Namun,  menurut saya,  buku ini berbeda. Alih-alih teori atau monolog sang penulis, buku ini berformat mirip cerita omnibus yang dituturkan dari berbagai sudut pandang,  mulai dari pebisnis hingga mahasiswa,  mulai dari mereka yang gagal dalam berusaha hingga menjadi korban perundungan. Meski sekilas seperti mosaik,  pada akhirnya buku ini memberikan gambaran krpada kita untuk tidak takut menghadapi kegagalan dan bisa mengambil pelajaran darinya. Seperti pepatah Jepang,  jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali.

Selain mengambil cerita dari berbagai narasumber secara langsung,  #Unstoppable juga mengambil sumber yang tidak biasa menurut saya pribadi,  yaitu Quora. Quora yang saya tahu hanya sebatas situs tempat bertukar pertanyaan dan jawaban ternyata bisa dimanfaatkan secara kreatif menjadi sumber inspirasi. Salut untuk penulisnya yang telah merangkum berbagai kisah dengan baik menjadi sebuah buku.

Bagian favorit saya dalam buku ini adalah kisah Achmad Zaky dan BukaLapak.com yang menarik dari segi lika-liku perjalanannya. Saya tidak menyangka BukaLapak.com yang sekarang berawal dari sekian kali kegagalan, sekian kali percobaan,  sekian kali transformasi personil dan entah apa lagi. Kisah-kisah lainnya pun tidak kalah menarik dan menggugah,  misalnya saja kisah Tsummadana Wulan dan MiuLan Hijab yang mendapat tantangan dari ayahnya sendiri. Entah mengapa kisah tersebut terasa mengena secara pribadi karena saya pernah mengalami hal serupa saat berjualan kecil-kecilan bersama beberapa teman pada saat wisuda. Saya dimarahi karena IP saya turun pada semester itu,  yang dikaitkan dengan kenekatan saya untuk berjualan. Padahal tidak ada hubungannya sama sekali. 

Secara keseluruhan,  buku ini ringan dan enak dinikmati,  baik ketika terburu-buru maupun senggang. Pemilihan warna sampul buku yang monokrom dan minimalis mengesankan bahwa buku ini tidak terkesan berat sekaligus menimbulkan rasa penasaran dengan warna hitam. Variasi warna dan ilustrasi di dalam buku juga membuat pengalaman membaca saya menjadi asyik dan tidak membosankan,  meski di bagian ucapan terima kasih perlu diperhatikan lagi kontrasnya.

Hanya saja, saya menemukan pengulangan paragraf pada salah satu bagian, tepatnya pada halaman 31. Sudut pandang yang bervariasi antara sudut pandang orang pertama dan ketiga pun membuat beberapa bagian buku seperti kurang menyatu. Selain itu,  meski terasa kaya karena ditunjang oleh berbagai perspektif,  saya merasa pembahasan buku ini kurang mendalam,  sehingga setelah selesai membaca,  saya masih merasa belum puas. Namun jika memang #Unstoppable tidak dimaksudkan untuk menjadi seperti buku-buku lain yang lebih teoritis, barangkali hal tersebut tidak menjadi masalah.

Jangan biarkan kegagalan menghentikan kita menggapai impian,  karena kita unstoppable. (hlm. 259)

Rating: 4/5
Cara saya mendapatkan buku ini: Hadiah giveaway dari penulisnya sendiri 🙂

[#BBIHUT6 Marathon] Ingin Ke Sini, Ingin Ke Situ

BBI HUT 6-01

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Masih dalam rangka #BBIHUT6, kali ini saya ingin berbagi tempat-tempat yang menarik untuk wisata literasi. Awalnya saya pikir wisata literasi hanyalah toko buku atau perpustakaan, ternyata tidak. Mengutip Wikipedia, wisata literasi atau literary tourism adalah:

Continue reading [#BBIHUT6 Marathon] Ingin Ke Sini, Ingin Ke Situ

[#BBIHUT6 Marathon] Reading Slump: Gimana Rasanya?

BBI HUT 6-01

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Ada penyakit yang disebut-sebut acap menghantui pembaca. Yang pertama, literary snob dan yang kedua reading slump. Penyakit pertama tidak akan saya jelaskan lebih lanjut dalam tulisan ini. Sebagai gantinya, saya ingin berbagi soal reading slump dan suka duka menjadi penderita reading slump.

Continue reading [#BBIHUT6 Marathon] Reading Slump: Gimana Rasanya?